Demo Damai Jakarta 4 November 2016

Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia telah menjadi sorotan dunia. Media daerah, hingga nasional bahkan dunia memberitakan demo besar 4 November 2016 di Jakarta. Demo ini, termasuk demo yang terbesar sejak 10 tahun terakhir ini melibatkan ratusan ribu orang dan mungkin bahkan jutaan orang.

Indonesia membuktikan sebagai salah satu negara demokratis yang memberikan hak kepada setiap rakyatnya untuk mengutarakan pendapat dengan berunjuk rasa yang dikenal dengan Demo Besar 4 November 2016 atau Aksi Bela Islam 411.

Demo besar ini telah menunjukkan besarnya persatuan umat Islam dalam memelihara nilai-nilai ajaran Islam. Demo damai ini, menggugah seluruh umat Islam untuk bersatu padu dalam menegakkan kebenaran dan keadilan. Demo 4 November ini juga akan menjadi dasar atau menjadi contoh bagi daerah atau bahkan negara lain cara berdemokrasi yang baik. 

Dengan adanya demi besar ini, pada intinya umat Islam hanya menginginkan hukum ditegakkan setelah adanya anggapan penistaan agama Islam oleh  Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang telah menggunakan ayat Al-Quran terutama Surah Al-Maidah ayat 51 pada saat pemaparan kepada sekelompok masyarakat di kepulauan Seribu.

Ahok yang melanjutkan kepemimpinan Gubernur Jokowi yang telah ditinggalkan, mengganggap bahwa ada beberapa orang yang menggunakan ayat Al-Quran untuk membohongi masyarakat. Dari informasi video youtube dari kepulauan seribu inilah yang menjadikannya viral dan dengan cepat berkembang ke seluruh Indonesia bahkan dunia.

Umat Islam Indonesia yang dikenal cinta damai (agama yang rahmatan lil alamin), sangat toleran dan sangat sabar mulai banyak yang tergerak untuk berdemo setelah melihat dan menyaksikan video viral tersebut. Walaupun kemudian pada akhirnya Ahok telah meminta maaf dan juga telah dilakukan proses hukum oleh kepolisian namun tentu masih ada sebagian perasaan umat Islam yang belum dapat memberikan maafnya ataupun telah memaafkan namun tetap menginginkan hukum ditegakkan dengan adil dan transparan. 

Pihak pemerintah tentunya perlu bersikap arif namun cepat dalam menyelesaikan permasalahan ini. Ini disebabkan adanya kemungkinan hubungan politik bahkan bisnis yang ikut campur dalam hal ini. 

Pemerintah terlihat cukup rileks walaupun eskalasi perkembangan demo terus meningkat. Justru yang terlihat adalah adanya pertarungan politik yang cukup keras antara pimpinan Indonesia sekarang dan pimpinan Indonesia sebelumnya yang menginginkan Indonesia lebih baik lagi sesuai dengan visi dan misinya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia. Memang tentu, hal ini tidak akan berdiri sendiri, banyak kaitannya dengan hal lainnya jika tidak cepat diselesaikan.

Indonesia yang baru beberapa tahun dipimpin oleh "Duo Entrepreneurs" memang telah memperlihatkan berbagai kinerja atau gebrakan yang cukup signifikan bagi sebagian masyarakat.

Gebrakan pemerintah ini banyak yang langsung berdampak kepada rakyat Indonesia, namun lebih banyak terlihat memberikan keleluasaan lebih kepada pihak Asing agar pihak Asing menanamkan investasinya di Indonesia. 

Memang benar, sekarang Indonesia telah berbenah dan terus berusaha untuk bangkit dari kelesuan ekonomi. Namun rakyat juga memiliki keinginan agar ada ketegasan dalam menegakkan hukum dan keadilan bagi semua (equality before the law).

Semoga saja Indonesia dapat lepas dari pergolakan politik dan ekonomi sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Kedepannya diharapkan pemerintah Indonesia dapat berjalan dengan baik, hukum benar-benar ditegakkan seadil-adilnya, sehingga dapat memberikan lebih banyak kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. 



Postingan populer dari blog ini

Cara Memilih Rumah Tinggal di BSD

Tempat Wisata Sehari di BSD City Serpong

Asrulsani Abu The Autobiography

My Books in Sani Library

5 Karakter Orang Bugis Makassar yang Perlu Ditiru

99 My Wish and Dream

Kumpulan Puisi Karya Asrulsani Abu