Apa itu Ikhlas dan Bagaimana Mempraktekkannya?

Setiap Orang Bekerja Sesuai dengan Tingkat Keikhlasannya

Suatu malam, saat saya memberikan materi tentang Manajemen Keikhlasan di sebuah masjid di BSD City Tangerang.

Seorang bapak yang berpenampilan menarik dan bersahaja kemudian mengangkat tangan seraya bertanya: "Maaf pak, saya sudah paham mengenai paparan yang diberikan yang bermuara tentang ikhlas, namun saya pernah mencobanya dan sulit sekali untuk mempraktekkannya. Apakah ada caranya?..."

Sayapun salut dengan pertanyaan bapak tadi, yang sepertinya berpendidikan tinggi, ini dapat terlihat dari cara bicara dan penampilan beliau.

Sayapun tersenyum dan berkata: "memang sebenarnya sulit untuk mencapai tingkat ikhlas yang sejati, namun ada beberapa tips yang dapat kita lakukan untuk mempraktekkannya dan semoga jika itu berhasil pada saya semoga juga dapat berhasil pada anda."

Kebetulan ilmu ini saya peroleh ketika mengikuti sebuah Training The 7 Awareness di Jakarta. Olehnya itu saya bisa langsung memberikan sharing saya tentang manfaat dan metode training ini kepada orang-orang yang membutuhkannya.

Adapun tips yang paling sederhana yang biasa saya lakukan adalah dengan mengucapkan dan mendendangkan dalam hati kata-kata  seperti...

"Saya ikhlas ya Allah, saya ikhlas...ya Allah, saya ikhlas ya Allah...." 

Lakukan dan ucapkan terus menerus dan berkali-kali hingga masuk ke alam bawah sadar kita.

Dalam pengucapannya sebaiknya diucapkan dengan suara yang terdengar dan jika bisa usahakan sekuat tenaga (full power) masuk tajam ke dalam telinga kita sehingga bisa masuk merasuk kedalam hati hingga jiwa kita yang paling dalam.

Biasanya, jika kita melakukannya dengan cara yang benar hingga masuk ke dalam hati dan jiwa akan membuat hati kita tersentuh dan dapat menyebabkan menetesnya air mata keikhlasan karena tersentuh oleh "gelombang" Tuhan.

Jika kita mempraktekkannya pada saat kita berada dalam kondisi kesulitan biasanya kesulitan itu akan terasa lebih mudah.

Jika seandainya, kita sedang berada dalam suatu kondisi pekerjaan yang tidak sesuai dengan harapan maka biasanya nantinya akan terasa pekerjaan menjadi lebih ringan dan menyenangkan....

Jika berada dalam kondisi menyakitkan hati dan ditimpa masalah yang berat maka biasanya perasaan sakit yang kita terima berangsur-angsur terasa lebih ringan dan akan terasa menghilang perasaan sakit hati yang mennghunjam diri dan hati kita...

Itulah salah satu keajaiban yang pernah saya rasakan yang semoga andapun dapat merasakan sensasi perasaan ikhlas yang dimulai dengan memprogramkan pikiran kita untuk selalu berfokus dan menerima dengan ikhlas segala takdir Ilahi....
Nabi Muhammad SAW, kekasih Allah yang paling mulia bersabda,“Berkaitan dengan ikhlas, aku bertanya kepada Jibril a.s.apakah ikhlas itu?

Lalu Jibril berkata,“Aku bertanya kepada Tuhan yang Maha Suci tentang ikhlas, apakah ikhlas itu sebenarnya?“

Allah SWT yang Maha Luas pengetahuannya menjawab,“Ikhlas adalah suatu rahasia dari rahasia-Ku yang

Aku tempatkan di hati hamba-hamba-Ku yang Kucintai.“(H.R Al-Qazwini)


Postingan populer dari blog ini

Asrulsani Abu The Autobiography

My Books in Sani Library

Cara Memilih Rumah Tinggal di BSD

Tempat Wisata Sehari di BSD City Serpong

PUISI: Kau yang Berbohong, Aku yang Merasa

Visi Misi dan 9 Program Caleg Tangsel