Manajemen Mudik: Mengelola Diri Secara Total Selama Mudik


Sebentar lagi lebaran akan segera tiba. 
Tradisi mudik bagi kita semua akan segera kita lakukan. Ada banyak masalah dan juga kecelakaan yang menunjukkan kecenderungan meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan di tahun 2012 kembali menunjukkan peningkatan dalam jumlah kecelakaan dalam mudik lebaran.

Untuk itu ada 5 hal Manajemen Mudik yang perlu kita perhatikan agar perjalanan mudik kita dapat berjalan aman, nyaman dan membahagiakan kita semua. Kelima hal tersebut dirangkum secara total sebagai berikut:
  1. Manajemen Tubuh: Sebelum mudik ke kampung halaman, yang paling utama adalah manajemen diri kita terlebih dahulu. Jangan lupa mudik dalam keadaan bersih dan suci (berwudhu). Banyak cerita yang membenarkan bagaimana ada orang yang selamat dari kecelakaan karena orang tersebut berada dalam keadaan suci (masih memiliki wudhu). Wudhu adalah sarana manajemen tubuh agar kita terhindar dari hal-hal yang nantinya dapat mencelakakan diri kita selama perjalanan mudik nanti. Yang tak kalah penting dalam manajemen tubuh adalah tetap menjaga dan mengelola makanan dan minuman yang akan kita makan selama mudik. Makanan dan minuman yang baik adalah makanan yang alamiah tanpa pengawet dan zat pewaran serta tidak berlebihan. Makanan yang banyak mengandung zat kimia dan unsur hewani akan memberikan efek yang tidak menyamankan tubuh kita dan akhirnya akan memberikan dampak "bad mood" dalam perjalanan, sehingga suasana kebahagiaan mudik akan sulit kita capai. Konsumsilah makanan yang cukup dengan lebih banyak unsur nabati hal ini membantu tubuh kita lebih santai dalam menyikapi perjalanan mudik yang biasanya menguras energi kita.
  2. Manajemen Keuangan: Sebaiknya persiapkan dana yang cukup sesuai dengan kemampuan keuangan kita. Jangan terlalu memaksakan keuangan yang nantinya akan merepotkan diri kita sendiri. Terkadang hanya untuk karena obsesi gengsi yang tinggi jadi mengorbankan kondisi keuangan kita sendiri. Padahal jika kita pikir ulang gengsi yang tinggi malah akan membuat kita menderita. Selain jika barang-barang mewahnya tidak berguna juga akan mengundang rasa iri bagi orang-orang yang melihatnya. Alngkah lebih baik jika kita memiliki kelebihan uang dibelanjakan untuk diberikan kepada orang-orang atau kerabat kita yang paling membutuhkan. Selain tentunya kita tidak terlihat bermewah-mewahan di hari raya malah justru berkesan sederhana dan apa adanya akan mengundang rasa hormat dari dalam jiwa.  
  3. Manajemen Transportasi: Kondisi transportasi di Indonesia memang masih banyak kekurangannya, namun menunjukkan perbaikan walaupun masih jauh dari harapan banyak orang Indonesia. Biasanya dalam keadaan mudik entah karena memang banyaknya orang yang ingin mudik dalam waktu dan tempat yang sama maka yang terjadi adalah "panic manajemen". Untuk itu sebaiknya kita tetap memperhatikan kondisi kendaraan kita untuk selalu "expect the unexpected" atau bersiap atas hal-hal yang tidak kita inginkan. Misalnya jika mudik menggunakan pesawat maka sebaiknya tidak semua barang dimasukkan kedalam bagasi pesawat, sebaiknya ada tas kecil atau tas ransel yang kita bawa ke dalam pesawat untuk mengantisipasi kejadian yang tidak kita inginkan. Demikian juga jika mudik dengan kendaraan bermotor atau mobil selalu siap P3K dan alat-alat yang dapat membantu dalam keadaan darurat juga makanan atau minuman sebagai pelepas lapar dan dahaga jika terjadi kemacetan atau jika ada masalah dalam perjalanan. 
  4. Manajemen Fikiran: Usahakan untuk tetap berfikir positif dalam setiap kejadian atau permasalahan. Ini dapat membantu kita mengurangi tekanan dalam setiap permasalahan. Ada "mind program" orang tua dulu yang dapat membantu kita agar terhindar dari rasa stress yang berkepanjangan. Yaitu kalimat "Untung Masih Ada...". Misalnya jika mendapat kehilangan uang 10.000,- maka orang dahulu masih sering berkata untung masih hilang 10.000 bukan hilang semua uangnya....Jadi untung masih ada uang yang lain...begitu seterusnya selalu masih merasa untung walaupun sudah kehilangan....Fikiran yang selalu merasa untung dan berfiikir masih untung maka akan memberikan terapi positif bagi otak kita dan kitapun bisa merasa nyaman dalam melanjutkan perjalanan mudik kita.
  5. Manajemen Hati: Usahakan untuk selalu berperasaan positif dengan selalu berdoa, dan berzikir mengingat Allah. Daripada kita sibuk mendengarkan musik-musik yang merusak hati dengan lagu negatif lebih baik jika kita banyak berzikir dan mengingat Allah serta memohon ampunan atas segala kesalahan yang telah kita lakukan selama bulan puasa. Doa adalah alat dahsyat yang membantu kita menemukan kebahagiaan hakiki. Doa pula memberikan rasa nyaman agar kita selalu merasa terlindungi dari Sang Maha Pelindung selama dalam melakukan mudik lebaran kita. Ucapkanlah doa-doa yang menyentuh perasaan dan tetaplah ikhas serta selalu merasa bersyukur selama mudik lebaran karena sesungguhnya Allah selalu memberikan hasil dan karya terbaikNya untuk kebahagiaan kita makhluk yang sangat dicintaiNya. Usahakan lebih banyak membantu dan meringankan beban orang lain yang bersama dalam mudik kita dan semoga kita selain memperoleh kebahagiaan juga memperoleh pahala yang terus menerus dari Allah SWT. Selamat Mudik semoga aman, nyaman dan membahagiakan kita semua.   

Postingan populer dari blog ini

Cara Memilih Rumah Tinggal di BSD

Tempat Wisata Sehari di BSD City Serpong

Asrulsani Abu The Autobiography

My Books in Sani Library

5 Karakter Orang Bugis Makassar yang Perlu Ditiru

99 My Wish and Dream

Kumpulan Puisi Karya Asrulsani Abu